Minggu, 15 Januari 2012

Magnet

Apakah Magnet Itu?

 


Ada sebuah legenda Kuno yang menyatakan bahwa seorang gembala yang bernama magnes, yang memelihara hewan-hewan gembalanya di sepanjang lereng-lereng Gunung Ida, menemukan bahwa lekuk besinya dan paku-paku besi sandalnya menempel pada sebuah batu besar yang berwarna hitam. Kenyataannya bahwa batu-batu tertentu dapat menarik besi adalah penemuan tentang magnet. Batu-batu misterius ini juga ditemukan dekat suatu tempat yang dinamakan Magnesia di Asia Kecil. Nama "magnet" mungkin tercipta karena salah satu dari alasan-alasan ini.

Seiring dengan berjalannya waktu, ada penemuan lebih lanjut tentang magnet. Ditemukan bahwa ketika potongan-potongan besi digosokkan pada batu-batu yang mengandung magnet, potongan-potongan itu juga menjadi magnet-magnet. Ribuan tahun yang lalu juga telah ditemukan bahwa magnet yang digantung akan menunjuk kurang lebih ke arah utara. Ini tentu saja adalah akibat dari kompas. Batu-batu magnetis dinamakan "lodestone". Nama ini berasal dari "leading stone" (batu penunjuk) karena batu-batu itu membantu menuntun pengembara.


Dalam zaman Ratu Elizabeth, pertama kali ditemukan bahwa setiap magnet mempunyai dua kutub yang definitif, yang sifatnya berlawanan. seperti kutub-kutub yang saling menolak satu sama lain, dan tidak seperti kutub-kutub yang menarik satu sama lain.

Tidak banyak yang dapat dilakukan dengan magnet sampai awal abad ke-19. Pada tahun 1820, Oersted, seorang ilmuwan berkebangsaan Denmark, menemukan bahwa seutas kawat yang membawa arus listrik juga menciptakan bidang magnetis. Ini mengarah pada penemuan bahwa dengan menaruh inti besi yang lembut di dalam kawat-kawat yang dihubungkan ke sebuah baterai, inti besi menjadi mempunyai kekuatan magnetis. Ini adalah kreasi pertama dari elektromagnet, yang jauh lebih kuat daripada semua magnet yang pernah dikenal sebelumnya.

Kreasi dari elektromagnet memungkinkan dibuatnya banyak alat yang paling penting dan berguna seperti yang sekarang ada. Elektromagnet bukan hanya dapat mengangkat beban-beban yang berat, tetapi sebenarnya juga memainkan peranan dalam bel-bel dan lonceng listrik, dinamo-dinamo dan mesin-mesin, dalam segala sesuatu yang menggunakan sirkuit listrik.

Walaupun telah lama diketahui bahwa kekuatan magnet mencapai suatu jarak dari magnet, Michael Faraday adalah orang yang pertama yang mendefinisikan dan menunjukkan "bidang-bidang kekuatan" dan "saluran-saluran kekuatan". Pemahaman ini memungkinkan pengembangan-pengembangan seperti telepon, lampu listrik, radio, dan sebagainya.


Medan magnet

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Arus mengalir melalui sepotong kawat membentuk suatu medan magnet (M) disekeliling kawat. Medan tersebut terorientasi menurut aturan tangan kanan.


Medan magnet, dalam ilmu Fisika, adalah suatu medan yang dibentuk dengan menggerakan muatan listrik (arus listrik) yang menyebabkan munculnya gaya di muatan listrik yang bergerak lainnya. (Putaran mekanika kuantum dari satu partikel membentuk medan magnet dan putaran itu dipengaruhi oleh dirinya sendiri seperti arus listrik; inilah yang menyebabkan medan magnet dari ferromagnet "permanen"). Sebuah medan magnet adalah medan vektor: yaitu berhubungan dengan setiap titik dalam ruang vektor yang dapat berubah menurut waktu. Arah dari medan ini adalah seimbang dengan arah jarum kompas yang diletakkan di dalam medan tersebut.

Sifat

Hasil kerja Maxwell telah banyak menyatukan listrik statis dengan kemagnetan, yang menghasilkan sekumpulan empat persamaan mengenai kedua medan tersebut. Namun, berdasarkan rumus Maxwell, masih terdapat dua medan yang berbeda yang menjelaskan gejala yang berbeda. Einsteinlah yang berhasil menunjukkannya dengan relativitas khusus, bahwa medan listrik dan medan magnet adalah dua aspek dari hal yang sama (tensor tingkat 2), dan seorang pengamat bisa merasakan gaya magnet di mana seorang pengamat bergerak hanya merasakan gaya elektrostatik. Jadi, dengan menggunakan relativitas khusus, gaya magnet adalah wujud gaya elektrostatik dari muatan listrik yang bergerak, dan bisa diprakirakan dari pengetahuan tentang gaya elektrostatik dan gerakan muatan tersebut (relatif terhadap seorang pengamat).



Membuat Magnet Sederhana
Kalian pasti sudah tahu kan, apa itu magnet? Kalau belum tahu atau sudah lupa, coba deh buka lagi artikel mengenai magnet di sini. Selain berasal dari batu yang dihasilkan oleh alam, magnet juga dapat kita buat sendiri loh. salah satunya dengan cara dialiri listrik satu arah. Mau tahu bagaimana caranya? perhatikan baik-baik percobaan di bawah ini yah..



 



Alat-alat yang kamu butuhkan adalah:
1. Kabel yang berisi kawat tembaga (sehelai saja bila kabelnya rangkap dua)
2. Paku (kalau bisa pakunya yang agak panjang)
3. Baterai
4. Paper klip atau logam kecil lainnya (paku payung, jarum, dll)

Cara membuatnya:

1. Kupas kulit kabel tembaga pada tiap jung-ujungnya
2. Lilitkan kabel tembaga pada paku (usahakan serapat mungkin)
3. Tempelkan ujung-ujung kabel tembaga pada baterai, dan tunggu beberapa saat
4. Untuk mengujinya coba dekatkan paku tersebut pada paper klip atau logam kecil lainnya
5. Coba amati apa yang terjadi?


Bagaimanakah hal tersebut bisa terjadi?
 
 

Paku tersebut dapat bersifat seperti magnet karena ada proses yang dinamakan elektromagnetik. Di sekitar kawat berarus listrik itu terdapat medan magnet. Dalam percobaan ini, yang menjadi sumber listrik adalah baterai yang mengalirkan arus sepanjang kabel tembaga yang melilit paku. Semakin banyak lilitan maka semakin besar/kuat medan magnetnya. Akibat dari adanya medan magnet ini, maka paper klip/logam-logam kecil lainnya dapat menempel pada paku. Nah, sekarang coba kalian tambah jumlah baterainya. Kemudian amati apa yang akan terjadi??

Selamat mencoba…!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar