Minggu, 08 April 2012

Guru Profesional dan Indikatornya



        Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia sesuai yang diamanatkan dalam Undang-undang Dasar 1945 dan Undang-undang No. 23 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional, maka pemerintah melakukan berbagai macam upaya guna mewujudkan amanat sebagaimana dimaksud, yaitu dengan meningkatkan Anggaran Pendidikan sebesar 20 % dalam APBN, mengeluarkan berbagai macam peraturan perundang-undangan terkait pendidikan, serta melaksanakan program sertifikasi bagi guru, pengawas dan dosen  dengan tujuan untuk meningkatkan Profesionalisme mereka.
  Istilah profesi sudah menjadi istilah yang sangat populer dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Maknanya berkaitan dengan nilai-nilai ideal yang berkaitan dengan kapasitas seseorang di dalam melakukan pekerjaannya. Sekali pun sangat dekat dengan pemikiran, namun istilah itu tidak mudah diwujudkan. Salah satu kesulitan merealisasikan dalam tindakan sehari-hari karena ketidakjelasan indikator kinerja sebagai penjabaran dari konsep teoritis ke dalam tindakan praktis. Dengan adanya permasalah itu, sekolah sering tidak dapat mengetahui dengan jelas apakah seseorang guru telah bertindak profesional sehingga dapat mengerjakan tugasnya dengan baik atau belum. Pembicaraan tentang profesi sering menjadi retorika di dalam setiap rapat atau penataran sehingga hasilnya tidak terukur dan teramati dengan jelas.
Agar profesionalisme guru dapat terukur dan teramati dengan jelas, maka di sini akan dikemukakan beberapa Indikator Guru Professional. Indikator ini sangat penting untuk para penentu kebijakan, pengelola sekolah, Kepala Sekolah dan bahkan guru itu sendiri guna meningkatkan kinerjanya, meningkatkan kualitas pendidikan dan kemajuan bangsa.
Dengan demikian pengembangan profesi seharusnya tidak hanya bahan diskusi dalam rapat atau penataran, namun perlu diubah ke dalam indikator-indikator yang dapat diobservasi dan diukur.
Guru professional sebagaimana yang diharapkan harus memenuhi minimal 7 indikator, sehingga dapat dikatakan sebagai guru professional. Tujuh indikator tersebut adalah :

1.         Memiliki Ketrampilan mengajar yang baik
       Guru yang mempunyai kompetensi paedagogik tinggi adalah guru yang senantiasa mempunyai ketrampilan mengajar yang sangat baik, yaitu dengan berbagai cara dalam memilih model, strategi dan metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik Kompetensi Dasar dan karakteristik peserta didiknya.

2.         Memiliki Wawasan yang luas
       Seorang guru hendaknya secara terus menerus mengembangkan dirinya dengan meningkatkan penguasaan pengetahuan secara terus menerus sehingga pengetahuan yang dimilikinya senantiasa berkembang mengikuti perkembangan jaman.

3.         Menguasai Kurikulum
       Kurikulum merupakan suatu hal yang sangat penting di dalam pelaksanaan pendidikan dan dapat berubah sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan dan masukan para pakar. Saat ini di semua satuan/tingkat pendidikan telah diterapkan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP). Dalam implementasinya guru memposisikan diri sebagai fasilitator didalam proses pembelajaran.

4.         Menguasai media pembelajaran
       Guru professional harus mampu menguasai media pembelajaran, pengembangan alat/media pembelajaran baik itu berbasis kompetensi lokal maupun modern, serta berbasis ICT. Untuk itu guru bersertifikat pendidik wajib menguasai komputer dan memiliki lap top sendiri guna meningkatkan kualitas pembelajaran.

5.         Penguasaan teknologi
       Penguasaan teknologi mutlak diperlukan oleh guru. Guru hendaknya menguasai materi dan sekaligus metode penelitiannya sesuai dengan kedalaman materi yang diajarkan, jaringan dengan Perguruan Tinggi, Lembaga Penelitian dan Instansi yang terkait.

6.         Memiliki kepribadian yang baik 
       Jika seorang pendidik mempunyai karakter seperti di atas, akan disenangi oleh peserta didik, dengan sendirinya akan disenangi ilmu yang diajarkannya juga. Banyak siswa yang membenci suatu ilmu atau materi pembelajaran karena watak gurunya yang keras, kasar dan cara mengajar guru yang sulit. Harus diperhatikan, bahwa siswa lebih menyukai dan tertarik untuk mempelajari suatu ilmu atau mata pelajaran, karena cara perlakuan yang baik, kelembutan, keteladanan yang indah dari gurunya.

7.         Menjadi teladan yang baik
       Guru hendaknya menjadi teladan yang baik bagi peserta didiknya. Untuk memperoleh jawaban tentang cirri-ciri ideal seorang guru yang dapat dijadikan teladan oleh peserta didik, paling tidak harus melakukan pendekatan terhadap peserta didiknya.

Itulah beberapa indikator guru profesional yang dapat dipergunakan untuk mengamati dan mengukur diri para guru, sehingga dapat dikatakan sebagai guru professional. Semoga dapat bermanfaat di dalam meningkatkan kinerja dan profesionalisme guru.

Selamat menjalankan tugas, semoga dapat menjadi guru yang benar-benar professional. Amin. 
Download File



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar